pendidikan untuk mengembalikan jati diri bangsa


Keluarga adalah akar dan cikal bakal sebuah jati diri bangsa yang besar, juga merupakan unit yang terkecil dalam melaksanakan pendidikan untuk penerusnya, sekaligus juga kewajibannya. Nilai-nilai dalam keluarga adalah sebongkah intan permata yang bisa dipergunakan untuk mengembalikan jati diri bangsa. Musnahnya jati diri bangsa bisa terjadi ketika nilai-nilai dalam keluarga menjauhkan diri dari faktor-faktor untuk mengembalikan jati diri bangsa itu sendiri. Sudah seharusnya pendidikan sekolah maupun luar sekolah mengacu pada nilai-nilai keluarga dimana prinsip-prinsip dasar kehidupan berbangsa harus juga mendukung semangat tanpa perlu menanyakan lagi mengapa stop dreaming start action?. Mahligai sebuah keluarga pun tentunya terbentuk atas rasa cinta yang bisa menumbuhkan semangat seperti yang dimunculkan dalam cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa, sebagai modal dasar bahwa cinta menumbuhkan semangat, semangat untuk pendidikan, membangun jati diri bangsa kembali dengan bermodalkan prinsip minimal seperti semangat STOP DREAMING START ACTION.

Permasalahan untuk mengembalikan jati diri bangsa adalah persoalan yang besar dan rumit. Dibutuhkan kerja-kerja sistemik dan holistik untuk mencapainya. Tidak hanya berbekal cinta dan pendidikan dalam keluarga saja, namun harus bisa dibuktikan secara nyata, bukankah salah satu hal menarik dari terpilihnya kembali bapak presiden kita adalah iklannya yang menyatakan bahwa kehidupan sehari-harinya mash dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang dalam keluarganya. Sebuah cermin betapa pendidikan dan cinta dalam keluarga dapat menumbuhkan semangat dan kebersamaan keluarga dengan hasil yang menakjubkan, minimal bapak menjadi presiden, anak menjadi anggota DPR dan belum lagi extended family-nya yang tentunya juga tidak jauh-jauh ketularan atau minimal meniru kesuksesan tersebut. Akan lebih menarik ketika pendidikan memberikan contoh-contoh nyata yang up to date masih berjalan bukan seperti belajar sejarah masa lalu yang menceritakan tentang keluarga-keluarga yang sudah punah, bahkan saat ini mungkin anggota keluarganya sudah tidak sukses karena penyakit setelah orang sukses adalah kemudahan dalam menyatakan mimpinya, namun bahaya jika menjadi kecanduan dan meluapakan prinsip STOP DREAMING START ACTION.

Meskipun para tokoh sukses seperti SBY dan Boediono perlu berjuang sendiri dalam mencapai cita-citanya namun kalo mau ditilik lebih jauh tentunya pendidikan dasar yang diberikan oleh keluarganya memberikan suatu api pemanas tersendiri untuk membuatnya menjadi manusia yang tangguh dan minimal memiliki rasa kebangsaan yang bisa dijamin. Begitulah kiranya selain STOP DREAMING START ACTION, prinsip kasih sayang, cinta dan pendidikan dalam keluarga akan sangat memberikan sumbangan dalam mengembalikan jati diri bangsa yang entah mengapa kok dipertanyakan banyak orang. Mungkin perlu kajian mendalam untuk mengembalikan jati diri bangsa dalam keluarga orang-orang yang menanyakannya.

Melalui sistem dan kurikulum yang baik dan terpuji akan menghasilkan anak didik yang mumpuni, juga tidak lupa bahwa praktik-praktik yang ada di luar kehidupan kehidupan sekolah harus mendukung terwujudnya hal ini. Mengembalikan jati diri bangsa bukanlah semudah membuat Undang-Undang yang bisa diplenokan dan dalam waktu yang cepat. Trauma kebangsaan yang pernah terjadi di masa lalu, semisal konflik antar etnis, konflik politik, konflik karena kepentingan wilayah daerah harus bisa diselesaikan dengan kearifan dan kebijaksanaan, serta yang lebih penting lagi hal tersebut harus terdokumentasi dengan prima sehingga bisa menjadi acuan bagi anak cucu untuk bisa belajar dan memahami akar-akar konflik yang bisa mencederai rasa dan jati diri bangsa.

Pendidikan harus mampu menemukan dan mendefinisikan jati diri bangsa secara benar, ilmiah dan tidak mengada-ada. Sebuah istilah yang sangat dalam sekali artinya bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya, istilah ini bukanlah isapan jempol semata namun memiliki arti dan makna yang sangat dalam sekali. Penghargaan bukan hanya memberikan tanda jasa, namun juga meneruskan dan memelihara perjuangan menemukan dan memlaihara jati diri bangsa. Proses-proses peralihan kekuasaan dan tajamnya gesekan misi politik seharusnya bukan menjadi halangan dan alat untuk menuduh siapa pahlawan dan siapa pengkhianat, sebab dalam ranah wacana dan bathiniah semuanya sulit untuk di nilai kecuali sudah ada perbuatan pengkhianatan yang jelas juntrungnya melalui proses dialog yang panjang atau keputusan pengadilan yang hanya memihak kepada kebenaran dan bukti otentik.

Juga pendidikan jati diri bangsa harus murni dan konsekuen dalam menjalankan amanahnya, bersih dari permaksudan kekuasaan dan isme-isme tertentu, karena harus jujur apa adanya, melihat dari berbagai kaca mata bahkan kaca mata individual dapat dipergunakan sebagai pembanding atas pengalaman sesuatu peristiwa, atau pencederaan hak-hak warga negara bukan atas nama kebangsaan yang agung, hanya atas nama kepentingan kekuasaan semata. Traumatis dan pembelokan fakta-fakta sejarah harus dikaji secara kepala dingin dengan maksud untuk mencari kebenaran atau lengkapnya jalan sejarah sehingga bisa dianalisa, dipelajari, dipahami dari banyak sudut pandang untuk menjadi sebuah serum bagi penyakit-penyakit yang bisa mengotori kehidupan berbangsa.

, , , , , ,

  1. #1 oleh mata hati pada Juli 14, 2009 - 6:55 pm

    waduuuh berat bgt ya
    Baca posting teranyar mata hati ==>> JaCkO sAnG LeGeNdA bArU.. My ComLuv Profile

  2. #2 oleh Mahendrattunggadewa pada Juli 15, 2009 - 1:12 am

  3. #3 oleh casual cutie pada Juli 15, 2009 - 11:41 am

    perlu dukungan banyak pihak nih biar bisa terwujud…
    Baca posting teranyar casual cutie ==>> Bridal Shoes My ComLuv Profile

  4. #4 oleh Kuliah Gratis pada Juli 15, 2009 - 2:06 pm

    Kontes semua isinya disni Mantab………..
    Baca posting teranyar Kuliah Gratis ==>> Penduan Belajar SEO untuk Pemula | Belajar SEO My ComLuv Profile

  5. #5 oleh bintang pada Juli 15, 2009 - 6:36 pm

    stop dreaming start action
    ketika membaca untuk pertama kali jujur saya tersenyum. begitu optimis sehingga secara gak di paksa menimbulkan semangat dan membernarkan dalam hati bahwa ungkapan itu adalah benar.
    stop dreaming start action

    keluarga adalah wadah pertama yang berpengaruh dalam membentuk jati diri pribadi untuk seterusnya menjalar seperti tumbuhan yang jalar di setiap tiangnya. jika akarnya kukuh mencengkram tanah semoga jalarannya akan kuat mengikat tiang kehidupan dan gak mudah goyah walau di terpa cobaan.

    namun godaan yang terjadi di linkungan sekitar juga gak bisa di pandang remeh walau lingkungan mempengaruhi hanya 10 persen dari diri yang sebenernya adalah kembali kepada diri masing-masing untuk terus belajar optimis menghadapi cabaran hidup atau tetap hidup dalam mimpi yang di rangkai sendiri

    akhirnya tabik untuk artikelnya, senang karena loadinya cepet banget. and sama2 berusaha tuk stop dreaming start action
    salam kenal …….bintang
    Baca posting teranyar bintang ==>> Broken link bikin pusing My ComLuv Profile

  6. #6 oleh stop dreaming start action pada Juli 15, 2009 - 11:15 pm

    ikut mendukung juga nih mas campaignya.. sama ikut nitip juga ya yang satu ini..thanks alot
    Baca posting teranyar stop dreaming start action ==>> Free Online Appointment Scheduling Software My ComLuv Profile

  7. #7 oleh damas pada Juli 16, 2009 - 12:36 pm

    pendidikan di mulai dari keluarga….
    setitik dimulai untuk menghasilkan hasil yang luar biasa…..
    Baca posting teranyar damas ==>> buat calon ibu yang bijaksana My ComLuv Profile

  8. #8 oleh Andy MSE pada Juli 18, 2009 - 9:29 pm

    mendukung!!!!!!……….
    Baca posting teranyar Andy MSE ==>> Top Soil My ComLuv Profile

  9. #9 oleh Anjlog pada Juli 20, 2009 - 8:17 pm

    ikut mendukung… pokoke

  10. #10 oleh yvqcmfh pada September 12, 2009 - 4:57 am

    WcpKKC vrjzqdisaluu, [url=http://ubxnkqbtyujy.com/]ubxnkqbtyujy[/url], [link=http://cckfjplnnzot.com/]cckfjplnnzot[/link], http://okkysdmmgdje.com/

(tidak akan di tunjuk-tunjukan)
CommentLuv Enabled