cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa


cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa

Upaya mengembalikan jati diri bangsa masih minim sebagaimana dalam debat para kandidat presiden beberapa waktu yang lalu, tidak ada yang mengarah ke hal dimaksud, bahkan usaha untuk mengembalikan jati diri bangsa pun kadang kurang spesifik. Sangat sulit memang untuk mendefinisikan tentang sebuah akar-akar kebangsaan ataupun yang nantinya akan tumbuh menjadi sebuah ciri khas, karakter atau benang merah penunjuk kesamaan dalam tumbuh kembangnya kehidupan berbangsa, berbahasa, berperilaku maupun tata cara dalam berperikehidupan dan berkebangsaan.

Apakah definisi jati diri bangsa Indonesia saat ini adalah keramahtamahan, kerelijiusan, ataupun kekerasan bahkan kemiskinan, perbudakan atau bahkan kefeodalan, hal yang tentu saja bagi para pemegang dan penghuni kelas menengah ke atas akan selalu dipertahankan dan ditonjolkan, karena dirasa empu dan diakui oleh banyak jati diri insan di Indonesia, ah… sudah barang tentu bukan itukan?.

Semakin jauh dari harapan ketika dunia internasional hanya dikuasai oleh pribadi-pribadi kaya, dengan harta dan uang yang tidak terhingga, bahkan mengalahkan kekayaan nasional negara-negara berkembang. Hanya doa dan keajaiban yang bisa mengembalikannya secara nasional bukan hanya untuk bangsa Indonesia namun juga untuk bangsa-bangsa di seluruh dunia yang sepertinya mengalami hal yang tidak begitu jauh berbeda. Ayo segera mengembalikan jati diri bangsa dengan mulai dari lingkungan dan diri kita sendiri untuk memahamkan apa itu sebenarnya jati, diri dan bangsa.

Akhirnya terpilihlah menurut quick count yang diamini para peserta pilihan presiden lainnya juga sepertinya, pasangan SBY-Boediono meski sempat juga permasalahan tidak prinsipil mengenai pak Boediono, tentang masalah neoliberal hingga masalah keluarganya yang langsung bisa klarifikasi untungnya. Iklan para calon presiden juga mengangkat kehidupan pribadi dan keluarganya, hal ini menunjukkan betapa permasalahan keluarga menempati sebuah ruang tertentu di hati rakyat dan warga Indonesia sebagai pemegang polis kultural negara ini, memang semuanya juga tergantung rakyat katanya, tapi prakteknya rakyat memang juga harus patuh akan amanah yang sudah diberikan kepada para wakil dan pemimpinnya. Salut semoga pasangan ini tidak mengalami kendala yang berarti untuk bekerja dan memiliki visi pula untuk segera mengembalikan jati diri bangsa sebelum terlalu jauh bangsa ini berproses bermetamorfosa menjadi sesuatu yang sangat baharu.

Patutlah disambut ajakan kontes SEO BeritaJitu.com dengan keyword “Mengembalikan Jati Diri Bangsa” tanpa tanda kutip sebagai ajakan yang memotivasi kita semua. STOP DREAMING START ACTION bung, mana actionmu untuk benar-benar membangun dan mengembalikan jati diri bangsa selain hanya memberi pentungan kepada demonstran yang kadang malah idenya lebih waras dan bijak. Ayo kita buktikan bahwa kebaikan masih melekat dalam benak para ksatria bangsa ini.

Kembali pada ciri khas kaum urban maupun rural yang membedakan dalam pandangannya akan sebuah kampanye pilihan presiden, di sebuah kesempatan dan waktu yang berbeda, sangat tidak dinyana ketika ada seorang pembesar blogger yang sangat terkenal menilai kelompok lain sebagai blogger pelacur, blogger broker, blogger konsultan politik dan kampanye presiden, sehingga seenaknya sendiri menyitir dalam tulisannya tentang sebuah usulan kegiatan yang direncanakan diadakan dipedesaan dengan atendan direncanakan dari banyak kota dengan jarak geografis yang signifikan sehingga memakan biaya, lebih celaka lagi ketika dianggapnya perhelatan ini adalah perhelatan profit atau sekedar sebuah event peristiwa yang diorganisir, jadi ragu juga apakah dia memiliki jati diri bangsa atau tidak ya?.

Apakah satu hal ini juga menunjukkan ciri khas kepribadian kita yang suka melihat permasalahan hanya dari kacamatanya sendiri, dan otaknya yang tidak berhati. Apakah pebuatan ini mencerminkan STOP DREAMING START ACTION, jika hanya dari ngerasani dapat menuai buah kenikmatan politis dan kekuasaan.

Bukan tidak mungkin ketika banyaknya peperangan dan pembunuhan massal dimasa lalu semisal di Nanggroe Aceh Darussalam menunjukkan jati diri kebangsaan kita semua. Hanya segelintir manusia yang berani protes, bahkan Munir sang penegak Hak Asasi Manusia pun harus pergi dengan meninggalkan banyak pertanyaan yang tidak terjawab secara formal dan resmi kenegaraan. Betapa kekerasan selalu membayangi kehidupan bangsa ini, apakah ini adalah peninggalan dari sistem kerajaan yang salah kaprah karena penggunaan senjata dan angkatan perang secara salah.

Kepala ini rasanya selalu puyeng jika berhadapan dengan kenyataan seperti ini, mungkin bukan hanya membaca postingan cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa. Jika secara psikologis bisa dianggap ini sebagai sebuah dinamika kelompok, namun jika ini dilakukan oleh sebuah otoritas negara sudah jauh sekali dari logika pemikiran yang waras. Sebab semuanya dilakukan secara sitematis dan menuju sesuatu yang menjauh dari jati diri bangsa Indonesia yang agung dan tinggi filosofinya, seakan hanya dirusak oleh kelas atau golongan tertentu yang bisa memegang akses terhadap sumberdaya tehnologi, ekonomi, informasi, media dan kekuasaan tertentu. Belum lagi permasalahan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, seakan bangsa kita memang baru belajar, semoga tidak belajar menuju kesalahan yang lebih fatal.

Meski sekarang adalah era tehnologi informasi, kenapa bangsa ini masih bisa dipecah belah untuk diadu domba bahkan oleh kaum kita sendiri. Semoga jati diri bangsa bukanlah kebodohan dan kemiskinan yang bisa dimanfaat dan dipelihara oleh kelompok pemegang kuasa beserta orang-orang pintar yang dapat memanfaatkan situasi karena tinggal di Ibukota sehingga dekat dengan kekuasaan, para raja, para tehnokrat dan memiliki istana atau kerajaan informasi maupun media yang bisa menghegemoni, mengadili atau bahkan mengarahkan pandangan masyarakat luas sebagaimana kerennya disebut dengan politik redaksional yang canggih karena diimport dari ahlinya. Baru tentang sekelumit tentang pemerdayaan tersebut, belum lagi tentang masalah uang dan ladang basah, saking basahnya bahkan ibukota menjadi pelanggan banjir, seakan satire itupun sudah dipahami oleh nabi penguasa alam yang selalu terjaga, muak dan marah namun belum memiliki saat untuk unjuk gigi.

Bangsa yang besar memang harus lebih rajin belajar merenungkan kembali mengarah kepada  mengembalikan jati diri bangsa yang sudah jauh tertinggal beberapa abad, harus bisa memahami betapa era penjajahan telah meninggalkan luka, warna, memar dan pemutar balikan fakta sejarah, semisal tentang perjuangan Pangeran Diponegoro yang gagah berani dan sempat membikin VOC kehabisan uang saku maupun harta rampasannya. Pangeran Diponegoro yang terhormat itupun sampai saat ini tidak ada gambar, maupun jejak di Kraton Yogyakarta, karena juga dianggap pemberontak dan hilang begitu saja. Betapa pengaruh penjajah mampu memutar balikkan fakta dan paradigma berpikir para petinggi sebuah keraton yang terhormat tersebut, meski pemerintah Republik Indonesia sudah mengakui perjuangan Pangeran Diponegoro bahkan dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional.

Serta dalam sejarah di sekolah pun hanya diceritakan bahwa Pangeran Diponegoro berperang melawan Belanda hanya karena halaman rumahnya dipatok Belanda untuk lewat jalur kereta api yang bernama rel sepur. Memang kalo mau belajar untuk  mengembalikan jati diri bangsa kita harus menoleh pada masa lalu yang sangat jauh, untuk lebih murni melihat kebenaran yang belum di nodai oleh pemikiran barat, dimana harus ada bukti tertulis dan sebagainya, sementara semua bukti tertulis yang ada sudah dimusnahkan oleh Belanda melalui peperangan ataupun dirampas begitu saja untuk cindera mata di museumnya.

Boedi Oetomo, Muhammadiyah pada 1911, Syarikat Islam, Tiga Serangkai Indische Partij, berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926, bahkan Syarikat Islam Merah yang kemudian menjadi Partai Komunis Indonesia pada tahun 1923 adalah sebuah organisasi yang memakai nama Indonesia pertama kali pada saat itu, harus tumbang semuanya sebelum masa pemerintahan Orde Baru, setelah diadu domba pada kontes-kontes kekerasan di masa Orde Lama.

Sangat menyedihkan dan melelahkan memang perjalan bayi yang bernama Republik Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dengan kepribadian yang masih didiskusikan bahkan dinafikan sendiri oleh para pemikir yang memiliki kepentingan tertentu di belakangnya. Sementara kemiskinan dan kebodohan akan sangat lama untuk dihempaskan karena sentuhan dan campur tangan pihak Internasional atas nama kepentingan modal dan nafsu untuk menguasai Zamrud katulistiwa yang sekarang sudah berlobang-lobang karena salah asuh oleh bangsanya sendiri atas nama perut dan piagam penghargaan kesejahteraan anak cucu dinastinya sendiri.

Sudah barang tentu jati diri bangsa kita bukanlah kemiskinan dan kebodohan dimana posisinya mungkin sudah menduduki enam puluh persen lebih, setara dengan jumlah prosentase kemenangan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin dalam quick count yang dibahasakan lain oleh media itu, yang ternyata juga mengalahkan jumlah GOLPUT. Bukan untuk kembali menjadi miskin dan bodoh maksudnya, namun lihatlah ke samping kanan kiri dan ke sekitar kita, bukan ke bawah karena mereka adalah sama posisinya dan setara dimata hukum negara maupun hukum tuhan.

Namun itulah kita, untuk bisa dikembalikan menjadi utuh sebagai bangsa yang besar, manusia Indonesia seutuhnya dalam pandangan ideal bukan ekonomis semata. Bagian jati diri kita yang harus dikembalikan menjadi utuh, meski kewarasan masih berada di pihak mereka, namun jangan tulari mereka dengan jiwa sakit para penguasa sesat pikir, mengembalikan jati diri bangsa memang bukanlah semudah mengganti atau menarik buku sejarah yang membicarakan tentang peristiwa 1965 sebagai tragedi bangsa namun sebuah peristiwa pemberontakan komunisme kepada liberalisme yang hingga saat ini malah menang pemilu itu. Bukan pula sekedar nilai yang tinggi sehingga harus mengulangi Ujian Nasional karena salah bocoran soal seperti di Kota Ngawi itu, jelas bukan.

Berhasil tidaknya upaya mengembalikan jati diri bangsa tergantung dengan seberapa dalam kita semua mencintai aras kebangsaan Indonesia, cukup santun untuk mengatakan bahwa upaya mengembalikan jati diri bangsa ini harus didukung penuh tanpa harus mementingkan kepentingan pribadi, golongan dan suku. Sudah sepantasnya untuk mengulang dan merevisi kembali kebijakan-kebijakan yang mementingkan kelompok tertentu, bahwa kekayaan bangsa lebih penting daripada kekayaan perusahaan, keluarga maupun diri pribadi.

Pesimis untuk dapat mengembalikan jati diri bangsa pada porsi yang sesungguhnya ketika dalam pemilihan legislatif kemarin dimana perolehan kursi partai-partai nasionalis kurang mendapatkan jumlah yang signifikan, apalagi ketika pemilihan presiden, para calon yang berasal dan memiliki warna nasionalis sudah semakin terpuruk saja. Sudah berubah wajahkah negeri tercinta ini, sungguh sangat sulit ketika wacana neoliberalisme sudah tidak digubris lagi. Jajaran pembela kepentingan nasional sudah semakin punah digantikan dengan kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan internasional yang tidak lain tidak bukan adalah hanya perusahaan-perusahaan multi nasional corporation.

Banyak jalan untuk mengembalikan jati diri bangsa diantaranya yang terpenting adalah melalui sebuah oase bernama cinta. Cinta yang telah membawa Patih Gadjah Mada bersumpah untuk menyatukan Nusantara, cinta yang telah membuahkan negara Sriwijaya, cinta yang telah memunculkan ide berlayar dengan perahu Phinisi.

Cinta yang telah menyatukan para pemuda dari berbagai kerajaan di Nusantara melakukan sumpah pemuda di tahun 1928, cinta yang telah mengajak para perempuan untuk berkonggres, cinta yang membawa Soekarno dan para founding fathers memproklamirkan negara, cinta yang telah memerahkan kota Surabaya pada 10 Nopember 1945, cinta yang telah membawa Pangeran Diponegoro bermarkas di Goa Selarong, cinta yang membuat para warga kecil itu antri BLT, cinta yang membuat para korban tragedi itu rela mati tanpa disebut sebagai pahlawan, cinta yang membawa anda untuk membolak-balik dan mencerca sejarah karangan warisan penjajah, cinta yang membawa untuk membangun negeri ini secara damai dan demokratis, cinta akan mengembalikan jati diri bangsa, karena cintalah kita semua menjadi sebuah bangsa yang besar, meski sengsara.

Meski jadul dalam persahabatan seperti rasa cinta pada sesama blogger yang harus terputus karena ulah konsultan politik yang sesat pikir pendukung rejim orde wacana citra diri sebab memang sudah saatnya berhenti melacur. Bahwa kesesatan berpikir hanyalah karena kekurangpahaman namun bisa juga karena kepala batu dan sudah silau dengan gemerlapnya dollar Amerika.

Upaya seperti dimaksud adalah sebuah perwujudan cinta kepada asal mula bangsa ini berasal, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, meskipun potensi memori kolektif bawaan kemanusiaan dari tuhan selalu menyertai semua orang yang dilahirkan di negaranya sendiri-sendiri. Untuk itulah jangan sampai memori kolektif yang menurun dari DNA-DNA bangsa Indonesia kepada anak-anak kita semua, pupus dan semakin berkurang dalam memahami akan jati diri bangsa. Semoga… memang benar bahwa harus mengedepankan cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa.

, , , , , , , , , ,

  1. #1 oleh Viagra pada Januari 15, 2010 - 12:50 pm

    gnsyocfyro, http://www.dailymotion.com/PurchaseViagra Viagra 6 free samples, xKgagVD.

  2. #2 oleh Buy Cialis pada Januari 18, 2010 - 11:38 pm

    znnykjclhw, http://www.ipetitions.com/petition/onlinerxcialis/ Buy Cialis, CEMyMNI.

  3. #3 oleh link pada Januari 26, 2010 - 3:33 pm

    kuzsotc- Thank you, hsvayvq. Great site.

  4. #4 oleh here pada Januari 26, 2010 - 6:53 pm

    bcvhxjo- Thank you, aoeorfy. Great site.

  5. #5 oleh url pada Januari 26, 2010 - 7:57 pm

    kpgpoqf- Thank you, swcrove. Great site.

  6. #6 oleh here pada Januari 26, 2010 - 11:57 pm

    rishfhz- Thank you, akwagry. Great site.

  7. #7 oleh here pada Januari 27, 2010 - 5:46 am

    fboeftp- Thank you, qhlqhty. Great site.

  8. #8 oleh 3 1 credit report pada Januari 27, 2010 - 6:38 am

    oiiimxnudd, http://www.idcredit.org/ How to fix credit report, NGvdfOQ.

  9. #9 oleh Ultimate bet poker pada Januari 27, 2010 - 2:33 pm

  10. #10 oleh url pada Januari 27, 2010 - 6:41 pm

    otaeupk- Thank you, vgiwwee. Great site.

  11. #11 oleh link pada Januari 29, 2010 - 1:57 pm

    uiqxkne- Thank you, snqdmve. Great site.

  12. #12 oleh here pada Januari 29, 2010 - 6:04 pm

    nepivke- Thank you, zonwqci. Great site.

  13. #13 oleh How forex works pada Februari 1, 2010 - 9:21 am

    onsndoygdb, http://www.themarketarticles.com/ Forex, TvIvvdg.

  14. #14 oleh Buy Tramadol pada Februari 1, 2010 - 11:50 am

    jmqcxwavjt, http://profiles.friendster.com/buytramadolnow Buy Tramadol, WtgxhoO.

  15. #15 oleh sakdrsnbkx pada Februari 1, 2010 - 8:51 pm

    hlniyglwbv, http://www.watbvwpkjj.com edikjzhzij

  16. #16 oleh Cheap Tramadol pada Februari 6, 2010 - 5:42 pm

    mzacnbiuxo, http://virb.com/gettramadolonline Tramadol, IUCbECw.

1 ... 3 4 5
(tidak akan di tunjuk-tunjukan)
CommentLuv Enabled